Kamis, 19 Juni 2008

Penyiar Gajinya Kecil, Siapa Bilang ? (Bag.1)


(Tulisan ini saya ambil dari Blog saya di Friendster, yang diposting pada tanggal 29 Juni 2006. Kayaknya masih relevan kalau dimuat di sini. Selamat membaca dan berkomentar).

Sejak pertama kali jadi penyiar radio 12 tahun lalu, sampai sekarang 4 tahun jadi pengajar di kursus penyiar Duta Suara, keluhan yang sering saya dengar dari teman-teman penyiar radio ga’ berubah. Mulai dari yang masih junior sampe senior rata-rata ngeluhin hal yang sama, gaji penyiar radio kecil !

Aahhh…masa iya sih !!? Saya kok ga’ sependapat ya …?

Kalo mau jujur, sejak masih jadi penyiar dengan gaji 40 ribu Rupiah sebulan sampai terakhir mendekati angka 2 juta Rupiah per bulan (tahun 2004), saya ga’ pernah nganggap gaji penyiar radio kecil. Itu bisa besar sekali, man !

Bagaimana bisa ? Ada dua alasan.

Yang pertama karena besar dan kecil itu relatif. Duit 800 ribu terasa besar kalo dibandingin sama 200 ribu, tapi terasa kecil kalo dibandingin 1 juta. 1 juta pun terasa kecil kalo dibandingin 5 juta. Dan 5 juta bisa terasa kecil kalo dibandingin 10 juta.

Jadi, ini relative. Tergantung dengan apa kita membandingkannya. Ato lebih tepatnya, tergantung gimana kita memprogram pikiran kita sendiri.

Kalo kita memprogram ke otak kita angka sekian itu besar, maka kita pun merespon pekerjaan kita sebagai pekerjaan bergaji besar. Begitu juga sebaliknya. Kalo kita memprogram ke otak kita gaji yang kita terima kecil, maka kita pun merespon pekerjaan yang kita kerjakan bergaji kecil. Akibatnya kita jadi ga’semangat ngerjain tugas sehari-hari di tempat kerja. Semua terasa ga’ nyenengin. Pikiran jadi ga’fresh and setiap ada masalah seolah-olah ga’ ada jalan keluarnya.......... Pokoknya, ga’ enak deh.

Jadi solusinya, ya rubah cara berpikir kita.

Liat sekeliling kita....

Masih banyak saudara-saudara kita yang harus kerja 2-3 kali lipat lebih berat dari kita, bahkan dengan persyaratan tingkat pendidikan lebih tinggi dari kita. Tapi kenyataannya, pada akhir bulan gaji mereka masih di bawah kita sebagai penyiar radio. Atau paling sedikit, gajinya hanya beda-beda dikit ama kita yang penyiar radio. Dia kerja stress, kita kerja bisa sambil denger musik, ketawa-ketiwi, ketemu artis, dugem gratis (yang pas tugas di café), dan seterusnya.

Nah itu alasan pertama kenapa saya ga’ setuju kalo dibilang gaji penyiar radio kecil. Alasan ke dua ? Tunggu edisi berikutnya.

Gimana menurut anda ?

9 komentar:

berto mengatakan...

such a nice blog.


loansrestructuring

islamarket.net mengatakan...

emang, gajimu sekarang brapa?

Kang Artha mengatakan...

memangnya sekarang gaji anda berapa? saya pengen tahu...

ZOEL-PENYIAR RADIO mengatakan...

Islamarket dan Kang Artha yg baik, salam kenal dri saya. Sblm saya menjawab pertanyaan itu, saya ingin tahu apa tujuan menanyakan pertanyaa yg sbnrnya cukup pribadi itu ?

Oh iya, sblmnya saya ucapkan terimakasih sdh menyempatkan mampir di blog saya :)

Ayu Inggriani Keswari mengatakan...

wah, jadi pengen :D
Dulu infonya dapat dimana?
Maksudnya info lowongan pekerjaannya. Thanks :D

Anonim mengatakan...

Untuk memotivasi dalam bekerja saya sepakat pendapat tersebut, namun jika mempersepsikan suatu penghasilan itu besar atau kecil dengan cara membandingkan dengan nilai yang lebih besar atau lebih kecil saya kok ada pendapat lain, ini contoh saja, misal pendapatan 10 ribu bisa dianggap besar kalo dibandingkan dengan 1000, secara nominal betul tapi kalo secara kegunaan apakah pendapatan 10 ribu itu cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari2 jaman sekarang, ini contoh saja, nilainya bisa disesuaikan, jadi dalam mempersepsikan besar kecilnya pendapatan, menurut saya ukurannya bukan membandingkan dengan nilai lain tapi apakan pendapatan tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan kita saat ini, ... salam

aris wahyuti mengatakan...

luar biasa sekali postingan ini,dulu saya sempat ikut training jadi penyiar radio di salah satu radio swasta di yogyakarta. setelah seleksi 3 besar akhirnya saya tdk bisa lolos.dan saya malah di terima kerja di perusahaan swasta di DIY. sebenarnya sampai saat ini saya pengen sekali bisa belajar lagi menjadi seorang penyiar pengen punya pekerjaan sampingan sebagai seorang penyiar. tapi ternyata waktu belum mengizinkan......

sukses buat bung Zul....

Alwan Suryana mengatakan...

mohon infonya dong agan2 sekalian. kalo misalnya ada lowongan buat jadi penyiar radio bisa kasih info ke ane via email alwansuryana@gmail.com . terimakasih :)

Anonim mengatakan...

Di jawab dong pertanyaan mbak2 tadi. Di tanya kok malah balik nanya.. pendapat kaya gitu mah gampang tinggal kembali ke pribadi masing2 dan bagaimana cara menyikapinya. Ga mau jawab karna emng gaji nya kecil kan ?? Ahh kasian nyeneng2in hati sendiri ada ada aja si mas yg satu ini