Promo acara bagi sebuah program di radio merupakan hal yang
sangat penting.
Ibaratnya, ia sebagai alat pengingat, “woro-woro” atau pengumuman
bagi pendengar yang belum tahu atau barangkali lupa dengan keberadaan program tersebut.
Sayangnya, tidak jarang pengelola program kurang maksimal dalam
pembuatannya.
Yang seringkali terjadi, promo acara terlalu panjang dan
detail sehingga malah membuat pendengar dibebani informasi terlalu panjang.
Pembuat promo lupa bahwa radio bersifat selintas dan anti
detail. Apabila yang disampaikan terlalu panjang dan rinci, justru malah akan
menyulitkan pendengar untuk mengingat informasi yang baru saja ia dengar.
Idealnya promo acara di radio berdurasi maksimal 1 menit
saja.
Itupun cukup point terpenting dari program yang dipromokan.
Bisa dalam bentuk narasi yang disampaikan oleh penyiar, baik dalam bentuk rekaman
atau live, atau bisa juga cuplikan dari
acara tersebut. Biasanya yang terakhir ini (cuplikan / dummy acara) jauh lebih
efektif dan mudah diingat oleh pendengar.
Hal kedua, yang kadang terabaikan saat pembuatan promo acara
juga masih berkaitan dengan sifat radio yang selintas.
Masalah pengulangan informasi jadwal waktu tayang acara.
Ya, pengulangan.
Tidak hanya satu-dua kali, kita mungkin pernah mengalami
kejadian ketika mendengar sebuah promo program yang sangat menarik, ternyata di
akhir promo kita baru tersadar belum mencatat atau mengingat di memori kita kapan
waktu penayangan program itu.
Bukannya si pembuat promo tidak menyebutkan waktunya. Ia mungkin
sudah menginformasikan itu di awal promo. Tapi ia terlupa untuk mengulang
kembali informasi waktu tayangnya di bagian akhir promo.
Jangan lupa, bisa
jadi pendengar saat di awal-awal masih konsentrasi dengan isi atau gambaran dari
acara yang sedang dipromosikan atau barangkali ia belum mendengarkan atau konsentrasi dari awal. Sehingga ketika
jadwal waktu penayangan hanya disampaikan di awal, pendengar masih belum 100
persen “ngeh”, bahasa Jawanya.
Oleh karena, tidak ada salahnya, untuk mengulang kembali informasi
jadwal waktu penayangan program yang sedang dipromokan di bagian akhir dari
promo acara. Sehingga tidak akan terjadi pendengar sampai “ngedumel” baik di dalam hati mapun terucap,
karena belum sempat mencatat atau mengingat kapan waktu penayangan acara yang
dia tunggu-tunggu tadi
Bagaimana menurut anda ?

0 komentar:
Poskan Komentar