Siapa yang tidak mengikuti perkembangan tekhnologi akan habis.
Demikian pendapat beberapa pakar bisnis dan komunikasi
mengomentari fenomena makin canggihnya tekhnologi
di dunia maya dan maraknya perkembangan jumlah pengguna media jejaring social.
Saya jadi teringat, kemarin tanggal 11 September diperingati sebagai Hari Radio di Indonesia.
Sebenarnya lebih tepat dikatakan sebagai hari lahir Radio Republik Indonesia. Namun tidak salah juga kalau ia diperingati juga sebagai hari radio secara nasional, bukankah semua stasiun radio siaran yang ada di Indonesia berawal dari kelahiran RRI ?
Sebenarnya lebih tepat dikatakan sebagai hari lahir Radio Republik Indonesia. Namun tidak salah juga kalau ia diperingati juga sebagai hari radio secara nasional, bukankah semua stasiun radio siaran yang ada di Indonesia berawal dari kelahiran RRI ?
“Sekali di udara
tetap di udara” adalah semboyan yang sangat terkenal dan dibanggakan sekali.
Walaupun memang pada kenyataannya ada juga radio, termasuk beberapa
RRI di daerah, yang tidak konsisten dengan semboyan itu. Jam-jam tertentu tetap harus berada di “darat”
kembali.
Penghematan, alasannya.
Ya, tidak jadi masalah. Sebuah alasan yang sangat masuk di akal.
Penghematan, alasannya.
Ya, tidak jadi masalah. Sebuah alasan yang sangat masuk di akal.
Nah, barangkali sekarang
yang perlu dipikirkan adalah “penambahan” slogan atau semangat baru.
Tidak hanya “sekali di udara tetap di udara” tapi juga “sekali
mengudara tetap on-air dan on-line”.
Mengapa begitu ?
Radio yang tidak memiliki fasilitas streaming online di Internet lambat laun diprediksi akan semakin ditinggalkan pendengarnya.
Radio yang tidak memiliki fasilitas streaming online di Internet lambat laun diprediksi akan semakin ditinggalkan pendengarnya.
Dunia yang semakin “menyempit” membuat orang dengan
mudahnya mendengarkan siaran radio yang ia suka dari berbagai belahan dunia hanya dengan sekali "klik".
Apalagi saat ini gadget dengan fasilitas yang canggih,
termasuk untuk mendengarkan siaran radio online sudah bukan barang yang asing dan malah bagi anak muda di Indonesia.
Ditunjang lagi dengan biaya pemakaian Internet yang semakin
hari semakin relative lebih murah.
Kalau sebuah stasiun radio masih merasa “nyaman” dengan tekhnologi
dan cara lamanya, lambat laun ia akan semakin “terhapus” dari pilihan
pendengarnya.
Dan bisa-bisa ramalan para pakar bisnis dan komunikasi akan
kehancuran sebuah bisnis yang gagap tekhnologi benar-benar akan terjadi 5-10
tahun mendatang
Jadi
mari tambahkan slogan dan semangat baru di dunia radio dengan buktikan “sekali
mengudara tetap on-air dan on-line”.
Selamat Hari Radio.

0 komentar:
Poskan Komentar